Mengurus Sertifikat Tanah Yang Hilang

Mengurus Sertifikat Tanah Yang Hilang

Mengurus Sertifikat Tanah Yang Hilang

Mengurus Sertifikat Tanah Yang Hilang | easyproperty.co.id – Apa yang harus dilakukan jika anda kehilangan sertifikat? Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melaporkan perihal kehilangan sertipikat tersebut kepada pihak berwenang yaitu kepolisian.

Untuk DKI Jakarta laporan kehilangan ditujukan ke Polres masing-masing wilayah. Tidak tertutup kemungkinan pelaporan kehilangan di Polsek setempat untuk di daerah lain.

Kepolisian melakukan pemeriksaan kelengkapan berkas laporan, biasanya petugas meminta pengantar dari kelurahan setempat berupa PM1 sebagai dasar laporan.

Kepolisian juga mensyaratkan laporan kehilangan sertifikat supaya diumumkan di koran nasional.

Setelah keluar surat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) bisa dilakukan pemblokiran sertifikat di Kantor Pertanahan.

Bila melihat alurnya terdapat jeda waktu antara kejadian hilangnya sertifikat dengan keluarnya BAP sebagai dasar pemblokiran sertifikat yang lebih kurang 1 bulan.

Hal ini bisa diatasi dengan langsung mengirimkan surat blokir ke BPN pada saat sertifikat hilang dengan menceritakan kronologi kejadiannya.

Untuk memblokir sertifikat tanah juga diperlukan data-data seperti fotokopi sertifikat dan identitas pemilik sertifikat melengkapi surat blokir yang ditujukan kepada Kepala Kantor Pertanahan.

Ketika surat blokir sudah diterima BPN dan sudah dicatatkan di buku tanahnya, saat itu pula sertifikat anda sudah aman, tidak bisa dilakukan proses apapun sampai ada permohonan sertifikat pengganti.

Bagaimana mengurus sertipikat hilang di BPN? (Mengurus Sertifikat Tanah Yang Hilang)

Langkah yang harus dilakukan untuk mengurus kehilangan sertifikat dan memohonkan sertifikat pengganti adalah sebagai berikut:

  1. Pemohon melengkapi berkas permohonan penggantian sertifikat, diantaranya, identitas berupa KTP dan KK, fotokopi sertifikat, fotokopi PBB tahun berjalan, BAP kehilangan sertifikat dari kepolisian, dan surat kuasa jika dikuasakan kepada pihak lain.
  2. BPN mengambil sumpah pemilik sertifikat, untuk kemudian dibuat berita acara sumpahnya.
  3. BPN melakukan pengukuran ulang ke lokasi
  4. BPN mengumumkan perihal kehilangan sertifikat tersebut di koran, sambil menunggu kalau ada pihak-pihak yang merasa keberatan dengan proses penggantian sertifikat tersebut.
  5. Setelah lewat 1 bulan dan tidak ada keberatan dari pihak lain, maka BPN menerbitkan sertifikat penggantinya.

Demikian proses yang harus dilakukan jika kita kehilangan sertifikat. Jadi sertifikat yang hilang bisa diajukan penggantiannya ke BPN setempat. Sebenarnya prosesnya cukup simpel untuk pemohon karena yang dibutuhkan kehadirannya hanya pada saat sumpah, selain itu seluruh proses bisa dikuasakan kepada pihak lain, biasanya notaris/PPAT bersedia untuk mengurus penggantian sertifikat tersebut.

Yang ingin digaris bawahi di sini adalah bahwa seseorang yang kehilangan sertifikat tidak perlu panik karena sertifikat itu tidak bisa dimanfaatkan oleh orang lain.

Proses apapun yang dilakukan terhadap sertifikat, baik itu menjaminkan, menjual ataupun proses lainnya tidak bisa dilakukan kecuali oleh orang yang namanya tercantum di sertifikat.

Mengurus Sertifikat Tanah Yang Hilang

Kami dari Easy Property menyediakan sistem untuk membantu developer & agen-agennya  dengan banyak fitur sistem seperti: akses ke Availability Unit, penagihan dengan email blast dan sms blast kepada konsumen secara otomatis, data penjualan masing-masing marketing, dan perhitungan komisi marketing yang belum terbayarkan.

Kami juga menyediakan Marketing tools berupa Mobile Apps yang juga bisa diakses melalui website sehingga membantu marketing untuk mendapatkan informasi lebih cepat, akurat dan membantu penjualan properti anda.

Sumber: http://asriman.com/cara-mengurus-sertifikat-tanah-yang-hilang/

Mengurus Sertifikat Tanah Yang Hilang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *