Strategi Mengelola Keuangan Proyek

Strategi Mengelola Keuangan Proyek

Strategi Mengelola Keuangan Proyek | easyproperty.co.id – Pintar mengelola keuangan proyek bertujuan untuk memenuhi modal proyek dan dapat mengelola modal yang sudah didapatkan dengan sebaik-baiknya. Jika modal didapatkan dengan cara berhutang maka anda harus sanggup mengelola hutang tersebut dan membayarnya sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati dengan pemberi hutang.

  • Dari Mana Mendapatkan Uangnya

Bagi anda yang akan mengembangkan proyek properti dan belum memiliki cukup modal, maka langkah pertama yang harus anda pastikan adalah dari mana anda akan memperoleh modalnya. Sumber keuangan bisa dari investor yang bersedia membiayai proyek anda, baik berupa investor pribadi maupun lembaga keuangan.

  • Berapa Besar Modal Yang Dibutuhkan

Dari analisa proyek anda dapat mengetahui berapa modal yang dibutuhkan untuk memulai proyek. Analisa kebutuhan modal ini harus dilakukan dengan hati-hati karena menyangkut kelangsungan kehidupan proyek nantinya. Banyak proyek yang minta take over karena kekurangan modal.

  • Kapan Tercapainya Break Event Point (BEP)

Dengan perhitungan yang matang sebuah proyek properti harus sudah bisa diproyeksikan kapan proyek tersebut akan mencapai titik BEP. Pada titik ini, proyek sudah memberikan pengembalian sebesar modal yang sudah dikeluarkan.

Misalnya untuk memulai sebuah proyek, modal yang dikeluarkan adalah 1 milyar rupiah. Nah modal 1 milyar tersebut sudah harus bisa diprediksi kapan akan didapatkan dari hasil penjualan. Jika ditargetkan laba 50 juta rupiah per-unit maka dibutuhkan 20 unit terjual untuk mencapai target proyek mendapatkan kas 1 milyar, maka seluruh upaya harus anda kerahkan supaya tenaga marketing berhasil menjual 50 unit.

Perhitungan ini disederhanakan karena dalam perhitungan sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi seperti adanya penjualan dengan cara bertahap sehingga uang kas proyek tidak seperti yang tercatat. Kemudian ada penjualan proyek dengan cara KPR inden sehingga penerimaan penjualan juga bertahap sesuai dengan peraturan yang berlaku di bank kreditur. Jika BEP-nya lebih cepat tercapai membuat investor lebih tertarik untuk membiayainya dan begitu sebaliknya. Karena semakin cepat proyek mencapai BEP maka semakin cepat pula investor mendapatkan uangnya kembali.

  • Menetapkan Target Penerimaan

Setiap tim marketing harus dibebani dengan target penjualan yang ‘memaksa’ tenaga penjual mengerahkan kemampuan terbaiknya. Target yang dicanangkan harus jelas dan terukur, seperti kapan waktunya target tersebut tercapai.

“Penjualan proyek kita harus sudah mencapai 50 unit sampai dengan tanggal 1 Maret 2019.” Inilah yang disebut target yang jelas. Jelas jumlah yang harus terjual dan jelas kapan penjualan itu bisa dicapai.

Bandingkan dengan kalimat berikut: “Kita harus menghasilkan penjualan yang bagus untuk menutupi operasional proyek.” Kalimat ini tidak memberikan paksaan yang cukup kuat kepada tim marketing karena tidak ada tolok ukur yang jelas tentang penjualan yang bagus.

  • Menetapkan Umur Proyek

“Proyek kita sudah harus terjual seluruhnya dalam waktu 12 bulan sejak dimulai penjualan.” Dari kalimat ini tergambar umur proyek. Apabila dalam waktu 12 bulan proyek sudah terjual seluruhnya, maka untuk menyelesaikan seluruh rangkaian proyek bisa dilakukan dalam jangka waktu 20 bulan, dengan perkiraan untuk membangun diperlukan waktu 8 bulan dan masa pemeliharaan 4 bulan.

Jadi unit terakhir yang terjual di bulan 12 akan dibangun dalam jangka waktu 8 bulan. Dengan demikian pada bulan ke 24 seluruh rangkaian proyek sudah selesai. Seluruh unit sudah diserahterimakan, seluruh hutang sudah terbayarkan dan seluruh piutang sudah tertagih dan masa pemeliharaan pun sudah dilalui.

Jika proyek dengan skala menengah atau masih di bawah 2 hektar lahan masih bisa diselesaikan dalam jangka waktu 18 bulan dan paling lama 24 bulan. Pendekatan yang umum dilakukan adalah 1 tahun per-hektar. Dengan demikian untuk proyek yang lebih luas bisa juga diperkirakan. Misalnya untuk proyek dengan luas lahan 6 hektar bisa selesai dalam jangka waktu 6 tahun. Tetapi sebenarnya bisa lebih cepat.

Kami dari Easy Property menyediakan sistem untuk membantu developer & agen-agennya  dengan banyak fitur sistem seperti: akses ke Availability Unit, penagihan dengan email blast dan sms blast kepada konsumen secara otomatis, data penjualan masing-masing marketing, dan perhitungan komisi marketing yang belum terbayarkan.

Kami juga menyediakan Marketing tools berupa Mobile Apps yang juga bisa diakses melalui website sehingga membantu marketing untuk mendapatkan informasi lebih cepat, akurat dan membantu penjualan properti anda.

Sumber: http://asriman.com/strategi-mengelola-keuangan-proyek/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *